Oh mi got, aku berhasil memecahkan rekor tidurku yang semula 14 jam menjadi 16 jam. Wow!!! Efeknya adalah aku gak masuk kuliah, badan lemes, kepala pusing, dan ling-lung untuk waktu tertentu..
Dalam kondisi ling-lung tersebut, aku ditelfon sama sahabat yang nun jauh disana. Mendadak suasana menjadi mengharu biru, bak sinetron Jelita yang si Agnes monica dicelakain sampe harus melahirkan bayi premature.
Dengan separo sadar aku mendengar curhatan berdarah sang sahabat. Dan begini ceritanya :
“aku telah dikhianati! Aku dikecewakan! Bagaimana mungkin dia mampu melakukan itu padaku.” Begitu suara diseberang.
Tanpa aku sempat menyela, dia melanjutkan curhatan yang kayaknya bakal 3 jam ini. Berikut cuplikan singkatnya.
“didepan, mulutnya manis banget, bak gula-gula dipasar malam! Tapi di belakang, dia mencaci maki aku, menghina aku, dan mengadu domba sama temenku di kampus. Dia bilang aku begini dan begitu. Aku nggak nyangka dia melakukan itu. Padahal aku percaya banget sama dia. Aku kecewa, Phan”
“Aku bingung, harus gimana. Tolong phan! Help me!!! dia telah merusak image ku di kampus. Secara aku jarang ngampus juga.”
Astapiuloh…
Sori dori mori stroberi rasa bakmi kawan. Dirimu salah waktu curhat.. otakku masi ngadat nih…
“ah ternyata, kamu sama aja mengecewakannya…”
Hei.. hei.. hei..!! tunggu….
“tut… tut… tut…”
Tuhan, apa salah saya?
Sahabat, Ingin rasanya aku menemanimu seperti sedia kala..
Menjadi tempat sampahmu kapan saja..
Tapi apa daya, waktu kita telah berbeda..
Tapi doaku untukmu selalu sama..
Beharap semua akan baik-baik saja..






