Wonosobo dan Wisata Blogger 2009

Posted in blog, jalan-jalan with tags , , , , , , , , , , on August 1, 2009 by iphan

Postingan yang semestinya di update setelah acara selesai ini, akhirnya baru bisa jadi sekarang…

Sebelum mulai, aku mau mengucapkan selamat atas terbentuknya Komunitas Blogger Wonosobo : Serayu. Doa dan harapanku, semoga langgeng dan cepat dikaruniai anak *loh?!*. Intinya adalah doa yang terbaik untuk kalian, dan aku (mungkin yang lainnya juga) akan menunggu karya-karya keren dari Komunitas Blogger Serayu. Sekeren Wisata Blogger 2009 yang udah dilaksanakan 24-25 juli kemarin.

Wisata Blogger 2009

Wisata Blogger 2009

Wisata Blogger 2009 memberikan banyak hal yang menarik untuk kunjungan pertama kali ku ke kota Wonosobo. 2 hari, walaupun pastinya sangat kurang, tapi lumayan untuk bisa mengenal kota dan wisata yang ada di kota ini.

Layaknya kota di dataran tinggi, Wonosobo memiliki suhu yang lumayan rendah. Dingin banget sih enggak, bisa dibilang sejuk. Kondisi yang enak buat berpergian kemana-mana dengan jalan kaki. Wonosobo kota kedua setelah Solo yang aku merekomendasikan diri sendiri untuk berjalan kaki daripada naek kendaraan ke lokasi yang jaraknya gak terlalu jauh. (walaupun selama Wisata Blogger 2009, aku dan yang lainnya naek fasilitas mobil dari panitia dan sponsor)

Telaga Warna

Telaga Warna

Banyak yang istimewa dari Wonosobo. Sebut aja Carica (salah satu varian papaya) yang jadi top requested dari temen-temenku yang tau kalo aku ke Wonosobo. Trus ada purwaceng, jamu kuat untuk pria idaman *bahasanya iklan banget cing*. Emang jamu ini lumrahnya diminum oleh kaum adam, tapi perempuanpun kalo mau, bisa mengkonsumsinya. Penasaran dan pengen tau efek meminum purwaceng bagi perempuan, silahkan tanya sita, gadis seserahan Cah Andong yang sudah pernah merasakan khasiat purwaceng (tanpa disengaja tentunya). Dan juga Mie ongklok yang enak banget hingga menimbulkan inspirasi untuk berkreasi bagi yang kreatif dan imajinatif seperti seseorang yang tidak mau aku sebutin namanya karena sudah kelewat terkenal itu.

puncak sikunir

puncak sikunir

Primadona, tentulah Dieng namanya. Menjanjikan pemandangan yang indah dan suhu yang bikin tubuh bergetar. Sepanjang mata memandang bisa melihat pelbagai jenis perkebunan sayur mayur dan buah-buahan. Lalu menawarkan Candi Arjuna yang mampu menghasilkan shot-shot foto yang luar biasa (pastinya juga berkat fotografer, kamera, dan modelnya). Sungguh menyenangkan! Selain itu Telaga warna yang punya legenda sungguh menggoda. Airnya yang jernih, selain untuk terapi mata juga indah untuk dijadikan obyek foto.

Candi Dieng

Candi Dieng

Dan yang terakhir, keramahan masyarakatnya menyempurnakan kunjunganku ke kota Wonosobo ini. Bikin aku pengen balik lagi ke kota ini lain waktu..

anak-anak di Wonosobo

anak-anak di Wonosobo

Demikian, kisah saya di kota Wonosobo dalam Wisata Blogger 2009. Kerja hebat untuk panitia yang masih mudah, berbakat, dan penuh semangat.

Postingan ini tidak akan terjadi tanpa support dari :

Cah Andong Foundation atas bantuannya kepada delegasi yang kurang pongah apalagi coba.

Siwi atas kamera Sony Alpha dan kemampuan fotografinya yang bikin stock foto pribadiku bertambah banyak. dan postingan ini semakin berwarna.

Antobilang atas kamera Lumixnya walaupun orangnya sendiri gak ikut ke acara ini.

Nico dan Alle karena alasan yang sama dengan Siwi juga (tanpa kamera Sony Alpha, tentunya).

Delegasi CA yang berangkat bareng dari jogja (fickry, alle, gunawan, nico, sita) hingga aku selamat sampai ke Wonosobo dan kembali ke Jogja tanpa nyasar (kalo ketipu dikit-dikit sih iya).

Komunitas Blogger Serayu yang juga panitia Wisata Blogger 2009 atas acaranya yang nyaris tanpa cacat yang berarti itu.

Dan juga… *berasa nulis ucapan terima kasih di skripsi aja deh ah*

Udah ah.. sampe ketemu dipostingan selanjutnya :D

Ples-ples : Postingan bab Kirab Kota Wonosobo silahkan dilihat di postinganku yang sudah update lebih dulu.

Ketika Cinta Bertasbih dan Ke-lebay-annya

Posted in film, info, nggak jelas with tags , , , , , on June 29, 2009 by iphan

KCB

KCB

Lagi demen ke bioskop karena banyak film bagus? Atau lagi pengen nonton film cuman bingung nonton apa? Kalo lagi pengen nonton film Indonesia, saranku tontonlah film selain Ketika Cinta Bertasbih! Kenapa phan?! Begini loh sodara-sodara *menghasut mode on*

Film KCB banyak bikin orang penasaran. Seperti mendompleng kesuksesan Film Ayat-Ayat Cinta, pantes aja kalo animo masyarakat lumayan gede untuk menonton KCB yang punya tipe sejenis. Belom lagi di posternya ada stempel yang bertuliskan: Dijamin Mesir Asli! (so what?!) Trus promosinya yang spektakuler menyebutkan : akan mengguncang 8 negara. Sedikit banyak pikiran kita pasti bakal beranggapan film ini akan berkali lipat lebih bagus. Hasilnya phan?

Kalo pinter sih, dari promosi dan posternya sudah ketauan bahwa film ini bakal lebay sekali. Tapi sumpah loh, aku gak nyangka kalau ke lebay an film ini akan merata hampir di seluruh durasi film.

Let see, kita bahas mulai dari jalan ceritanya. Mungkin karena gak mau diprotes oleh penggemar novel KCB, jalan ceritanya bisa dibilang ‘plek’ isi buku. Dari lompat-lompatnya, sampai dialognya masih memakai bahasa novel bukan bahasa film.

Lalu dari segi pemain dan aktingnya. Masih kaku. Hell yeah, banyak yang bilang “maklum itu pemain baru, wajar kalo masih canggung”. Hell.o!!! penonton mana mau peduli pemain filmnya itu baru casting kemaren sore. Yang penonton mau, para aktor tampil memuaskan di layar. Tapi nyatanya, akting mereka sekelas sinetron. Kaku banget! Aktor dan aktris senior seperti Didi Petet dan Deddy Mizwar belom cukup menutupi kekacauan akting para pemain tersebut.

Trus lebay nya dimana phan? Yeaaah! Lebaynya ada di bahasa yang diucapkan para pemainnya yang terlalu puitis. Lalu akting pemainnya yang sering over. Dan pengambilan shot-shot nggak penting yang menjadikan film ini seperti Tersanjung versi layar lebar.

Contoh konkritnya adalah adegan Zam eh Azzam yang baru turun di bandara bersama Eliana. Adik Azzam melihat kakakknya bersama artis dan diinterview oleh sejumlah wartawan infotaiment. Azzam melihat adiknya. Adiknya entah kenapa menangis-nangis nggak jelas melihat kakaknya. Lalu terjadilah shot ala Tersanjung itu. Gambar adik dan Azzam muncul bergantian. Mending cuman sebentar, ini ada kali sepuluh detik lebih, bolak-balik memperlihatkan wajah Azzam yang bingung di wawancara dengan wajah adik yang nangis bombay nggak ngerti kenapa. Lalu, yang terjadi adalah ada tulisan ” to be continued” di sudut kiri bawah layar. Pengen di jambak gak tuh?!

Itu satu dari sekian puluh adegan lebay yang ada di KCB. Sungguh seperti melihat sinetron… Mending sinetron, nontonnya geratis, lah ini bayar cing.

Dari tadi kamu ngomongin yang jelek-jelek sih phan, emang gak ada bagusnya ya? Ehm, gimana ya, masalahnya kita sudah di persiapkan untuk menonton film yang spektakuler. Eh, ternyata yang didapat Cuma begitu saja… *memasang nada kecewa yang mendalam*

Over all dari sepuluh bintang film ini layak mendapat empat. Budget produksi dengan hasil produksinya tidak berbanding lurus…

Begitu kira-kira review saya yang sangat subyektif ini. Mohon maaf jika ada yang tidak sesuai. Dan kepada om hermansaksono, terima kasih atas traktirannya. Semoga tidak menyesal. :D

talkshow dan Curhat Asmara Pasangan Blogger

Posted in info, me, nongkrong with tags , , , on June 8, 2009 by iphan
curhat asmara pasangan blogger

curhat asmara pasangan blogger


Yang mau ketemu saya,

trus ikutan ngobrol tentang cinta-cintaan ala anak-anak  blogger,

ato pengen cuci mata?

pengen cari jodoh?

ato malah pengen ikutan curhat?

dan mau dapet tanda-tangan saya secara geratis?!

dateng ke JEC.

hari jumat tanggal 12 juni 2009.

jam 18.30 WIB

foot note :

acaranya geratis.yang dateng pasti eksis… hehehe

Dan harap berhati-hati dan memasang status siaga satu pas kamu ngeliat foto poster event ini.. serius. B-)

UPDATE!!!

Maap-maap. potonya ngumpet ternyata. hix. tapi akhirnya muncul juga… ini pasti gara-gara orang yang ada di foto ituh. pasti!!! *gak mau disalahin* :p

Elroy, Belanda, dan Kompetiblog

Posted in blog, lomba with tags , , , , , , , on April 22, 2009 by iphan

kompetiblog

Aku ingat saat bertemu pertama kali dengannya…

Malam itu, di kawasan Denpasar timur, aku dan almarhum kakekku berkunjung kerumahnya. Seingatku, aku memakai baju bagus yang biasa dipakai kalau mau bertamu. Aku bingung dan sedikit takut. Karena, begitu pintu ruang tamu terbuka, muncul sosok laki-laki yang tingginya melebihi tinggi pintu rumah itu. Kakekku berjabat tangan dan saling menempelkan pipi sebanyak tiga kali. Kanan, kiri, kanan. Aneh…

Lalu laki-laki itu berpaling kepadaku dan mengulurkan tangannya. Aku dengan refleks menyambut tangannya dan menciumnya. Laki-laki itu tertawa. Lalu dia berjongkok. Dan kini tinggi laki-laki itu sama denganku. Dia beda. Rambutnya berwarna kuning. Kulitnya juga lain. Tidak seperti kulitku, atau kulit kakek. Seperti orang-orang yang sering aku lihat di televisi. Lalu dia berbicara dengan bahasa yang aneh. Bukan bahasa Indonesia, atau bahasa bali. Aku tidak mengerti sama sekali. Dia pun menemepelakan pipinya sebanyak tiga kali. Kanan, kiri, kanan. Aneh…

Aku dan kakekku masuk. Dan aku disambut sosok wanita yang “normal”. Setidaknya wanita itu berwujud mirip seperti aku dan kakekku, dengan rambut hitam, kulit yang sama dengan kulit ku atau kakek. Dia juga berbicara dengan bahasa Indonesia. Wanita itu mencium pipiku, lalu dia bilang “Ayo sini, oma kenalin sama anak oma.”

Wanita itu menggandengku. Mengajak masuk ke ruang keluarga. Disana ada anak seumuranku yang sedang asyik bermain sega. Aku ingat kaset yang dia mainkan : A Bug’s Life. Karena game itu juga aku mainkan di rumah. Lalu dia mengenalkan diri. “Hi, my name’s Elroy”. Aku diam… Gak bisa ngomong… (bingung mau jawab pake bahasa apa. secara dulu belom pernah belajar bahasa Inggris)

Elroy Keuris di Jogja

Elroy Keuris di Jogja

Cerita diatas adalah memori aku, saat pertama kali bertemu dengan saudaraku, Elroy Keuris. Mamanya Elroy itu oma ku yang menikah dengan laki-laki berdarah Belanda yang aku panggil opa Martin.

Elroy tinggal dan besar di Belanda. Tepatnya di Steenbergen, Rotterdam, Netherlands. Lalu tahun-tahun berikutnya setelah pertemuan pertama kami itu, dia dan keluarga sering berlibur ke Indonesia. Setiap ketemu, banyak yang kami ceritakan. Paling banyak sih masalah gaya hidup, makanan, dan pernik-perniknya.

Aku sempet amaze pas dia bilang, dia naek sepeda sejauh 15 km buat ke sekolah setiap pagi. Wow… Aku aja naek motor, padahal jarak rumah ke sekolah itu setengahnya si Elroy. Dan well, Elroy gak bisa naek motor. Hahahahaha… Trus pas aku ajak jalan-jalan naek motor, kayaknya dia seneng banget.

Trus dia heran banget sama orang Indonesia yang up to date dengan handphone. Katanya, di Belanda, orang lebih seneng meng up grade komputer ato laptopnya ketimbang beli-beli handphone seri terbaru. Bahkan dia juga kaget pas banyak orang di Indonesia yang punya handphone lebih dari satu. Hmm, aku langsung mikir alasan dibalik rasa keheranan dia itu. Trus dengan sok tau, aku ngejawab : “mungkin orang Indonesia memang punya sifat yang seneng ngobrol, gosip, rumpi, sampe akhirnya, teknologi yang berkembang pun, teknologi komunikasi seperti handphone” (sumpah, ini jawaban paling sok tau deh)

Yang paling puas adalah, ketika Elroy bilang orang Indonesia itu males-males. Kalo keluar lebih seneng naek motor, ato mobil ketimbang jalan. Katanya di Belanda, orang prefer untuk jalan trus naek kendaraan umum. Wew… aku pun sebagai warga Negara yang cukup punya rasa nasionalis gak tinggal diam mendengar pernyataan saudara jauhku itu. Besoknya, aku ajak dia ke rumah temenku yang masih satu kompleks tapi beda 5 blok dari rumahku. Jaraknya sekitar 1 km. Kita berdua berangkat sekitar pukul sepuluh pagi (sarapan dulu donk, daripada pingsan?! Hahaha). Kita pun berjalan dengan semangat 45. Sampe di rumah temenku, Elroy langsung megap-megap. Dan dia bilang : “Oke, aku tau alasan kenapa orang Indonesia males buat jalan kaki kemana-mana.”. Hahahahaha… Ya iyalaah…! Kebayangkan panasnya Indonesia kayak gimana?! *padahal emang kondisinya yang mendukung sih. Secara itu Bali di bulan Juli. Panasnya ya nggak ketulungan lah…* ahahahaha…

Aduh, kalo mau lanjut cerita kisah-kisah konyol aku dan si Elroy bisa panjaaang banget… Lucu-lucu! Hehehe… tapi dia pernah bilang : “some day, you have to go to Netherlands, Ivan! I’ll show you many things” Hmm… menarik. Banyak hal yang pengen aku tahu dan aku liat langsung dari cerita-cerita dia selama ini. Seperti coffee shop disana yang ternyata nggak cuman ngejual kopi semata. Tapi juga ngejual ganja sebagai teman “camilan” sambil minum kopi. Trus, pengen liat gimana kehidupan anak mudanya yang katanya lebih doyan minum bir daripada air putih. (pantes aja perutnya buncit. Katanya, the best bir itu bir bintangnya Indonesia. Hahaha… Really?!)

Terus, yang lucu Elroy tau istilah SMP = Selesai Makan Pulang. Wakakakak… Gak tau deh, dia dapet singkatan itu dari siapa. Tapi hebatnya lagi, dia punya singkatan lain SMP versi BELANDA = SEBELUM MAKAN PULANG! Wakz! Kok bisa? Katanya, budaya di Belanda, orang bertamu itu hanya kalo tuan rumahnya tidak sedang makan malam. Kalo dia bertamu sebelum makan malam, maka batas waktunya adalah ketika keluarga itu hendak makan malam. Kenapa demikian?! Katanya gengsi orang Belanda terlalu tinggi untuk mengajak dan menerima ajakan makan malam bersama teman ato tetangganya. Makanya di Belanda kalo mau bertamu sebaiknya jauh-jauh sebelum makan malam, ato sehabis makan malam sekalian. Karena gak ada istilah ajakan makan pas lagi bertamu. Hehehehe… bener atau enggak, ntar dicek sendiri. Kan itu tadi katanya si Elroy. hehehe

Elroy sendiri sekarang kuliah di perguruan tinggi disana mengambil jurusan ilmu hukum dan konsentrasinya adalah Ilmu hukum Indonesia. Modyaaaar!!! Hahahaha… kok bisa yaa?! Emang ada gitu studi hukum Indonesia di Belanda. Padahal di Indonesia sendiri hukumnya dari Belanda. jadi makin penasaran sama budaya disana. Dan penasaran juga sama pandangan mereka tentang Indonesia. *ntar kalo Elroy dateng lagi, aku mau ngorek-ngorek ah* Dan setelah kunjungannya yang terakhir (dimana aku nyulik dia ke jogja) dia pun pengen belajar tentang komunikasi, media khususnya (jiaah, iphan emang inspiring banget deh. Tsaaah!). Gara-garanya ngeliat aku siaran di radio dulu itu, trus anak-anak kampusku yang banyak ceweknya itu cantik-cantik dan tentu saja gaul-gaul (eh di Belanda ngerti istilah gaul gak ya? Itu perlu di cek). Menurut hasil chat kami di facebook, dia akan mengambil kuliah jurusan media di tahun ajaran baru besok.

Demikian sepenggal kisah tentang saudaraku nun jauh di negeri orange itu. Semoga aku bisa punya kesempatan giliran berkunjung kesana (tentunya gak dateng pas makan malem. Hahahaha) *dipentung*

Keterangan : Foto diatas diambil oleh saya sendiri pada tanggal 07 Juli 2008 di Taman Sari, Yogyakarta

Iphan dan Majalah Hai

Posted in gossip, info, me, nggak jelas with tags , , , , , , , on March 23, 2009 by iphan

Eh masih inget kan postingan ku yang tentang Axis Java Jazz kemaren itu? Disana aku bilang kalo aku di wawancarai sama majalah ibukota. Hey!!! Itu bukan HOAX, sodara-sodara! Dan ini membuktikan bahwa diriku tidak kalah tampan dari Derby Romero, hahahaha… *tertawa artis*

iphan masuk majalah (updated)

iphan masuk majalah (updated)

Kalo nggak percaya silahkan beli majalah Hai edisi terbaru (edisi 23 – 29 maret 2009). Buka halaman13 niscaya kamu akan melihat foto dan nama diriku terpasang dengan jelas di sana. Hohohoho…

*disiram kopi luwak* . Nyiram kok pake kopi luwak?! Mahal tauk!

Majalah Hai ini adalah bacaan wajib ku semasa SMA dulu. Wew, nggak nyangka bahwa suatu hari bisa nampang didalemnya. Hehehe… Maap yak, kalo aku jadi rada ndeso beginih… Abis kapan lagi coba bisa ngeksis di majalah ibu kota. Padahal sejak kuliah, aku nggak pernah beli majalah Hai lagi loh. Tapi, khusus edisi ini, aku langsung beli sebelum kehabisan. Karena menurut ramalan tukang kebun sebelah, Hai edisi minggu ini bakalan sold out nggak sampai tengah minggu. So, buruan beli majalahnya sebelum kehabisan! Ntar nyesel loh! *nge SMS orang-orang sekampung buat beli majalah Hai edisi minggu ini*

Nb : Padahal aku punya draft postingan lain yang siap di publish. Tapi berhubung ini tulisan berstatus Siaga satu, akhirnya didahulukan terbit. Dan, Sepertinya diriku sudah membutuhkan manajer ato sekretaris nih. Ada yang minat? *Langsung menjadwalkan sesi wawancara dan foto-foto untuk majalah berikutnya*

*Update FOTO!*

Katanya fotonya kecil.. ya udah aku kasih yang rada gedean dikit.. hihihi…