talkshow dan Curhat Asmara Pasangan Blogger

Posted in info, me, nongkrong with tags , , , on June 8, 2009 by iphan
curhat asmara pasangan blogger

curhat asmara pasangan blogger


Yang mau ketemu saya,

trus ikutan ngobrol tentang cinta-cintaan ala anak-anak  blogger,

ato pengen cuci mata?

pengen cari jodoh?

ato malah pengen ikutan curhat?

dan mau dapet tanda-tangan saya secara geratis?!

dateng ke JEC.

hari jumat tanggal 12 juni 2009.

jam 18.30 WIB

foot note :

acaranya geratis.yang dateng pasti eksis… hehehe

Dan harap berhati-hati dan memasang status siaga satu pas kamu ngeliat foto poster event ini.. serius. B-)

UPDATE!!!

Maap-maap. potonya ngumpet ternyata. hix. tapi akhirnya muncul juga… ini pasti gara-gara orang yang ada di foto ituh. pasti!!! *gak mau disalahin* :p

Elroy, Belanda, dan Kompetiblog

Posted in blog, lomba with tags , , , , , , , on April 22, 2009 by iphan

kompetiblog

Aku ingat saat bertemu pertama kali dengannya…

Malam itu, di kawasan Denpasar timur, aku dan almarhum kakekku berkunjung kerumahnya. Seingatku, aku memakai baju bagus yang biasa dipakai kalau mau bertamu. Aku bingung dan sedikit takut. Karena, begitu pintu ruang tamu terbuka, muncul sosok laki-laki yang tingginya melebihi tinggi pintu rumah itu. Kakekku berjabat tangan dan saling menempelkan pipi sebanyak tiga kali. Kanan, kiri, kanan. Aneh…

Lalu laki-laki itu berpaling kepadaku dan mengulurkan tangannya. Aku dengan refleks menyambut tangannya dan menciumnya. Laki-laki itu tertawa. Lalu dia berjongkok. Dan kini tinggi laki-laki itu sama denganku. Dia beda. Rambutnya berwarna kuning. Kulitnya juga lain. Tidak seperti kulitku, atau kulit kakek. Seperti orang-orang yang sering aku lihat di televisi. Lalu dia berbicara dengan bahasa yang aneh. Bukan bahasa Indonesia, atau bahasa bali. Aku tidak mengerti sama sekali. Dia pun menemepelakan pipinya sebanyak tiga kali. Kanan, kiri, kanan. Aneh…

Aku dan kakekku masuk. Dan aku disambut sosok wanita yang “normal”. Setidaknya wanita itu berwujud mirip seperti aku dan kakekku, dengan rambut hitam, kulit yang sama dengan kulit ku atau kakek. Dia juga berbicara dengan bahasa Indonesia. Wanita itu mencium pipiku, lalu dia bilang “Ayo sini, oma kenalin sama anak oma.”

Wanita itu menggandengku. Mengajak masuk ke ruang keluarga. Disana ada anak seumuranku yang sedang asyik bermain sega. Aku ingat kaset yang dia mainkan : A Bug’s Life. Karena game itu juga aku mainkan di rumah. Lalu dia mengenalkan diri. “Hi, my name’s Elroy”. Aku diam… Gak bisa ngomong… (bingung mau jawab pake bahasa apa. secara dulu belom pernah belajar bahasa Inggris)

Elroy Keuris di Jogja

Elroy Keuris di Jogja

Cerita diatas adalah memori aku, saat pertama kali bertemu dengan saudaraku, Elroy Keuris. Mamanya Elroy itu oma ku yang menikah dengan laki-laki berdarah Belanda yang aku panggil opa Martin.

Elroy tinggal dan besar di Belanda. Tepatnya di Steenbergen, Rotterdam, Netherlands. Lalu tahun-tahun berikutnya setelah pertemuan pertama kami itu, dia dan keluarga sering berlibur ke Indonesia. Setiap ketemu, banyak yang kami ceritakan. Paling banyak sih masalah gaya hidup, makanan, dan pernik-perniknya.

Aku sempet amaze pas dia bilang, dia naek sepeda sejauh 15 km buat ke sekolah setiap pagi. Wow… Aku aja naek motor, padahal jarak rumah ke sekolah itu setengahnya si Elroy. Dan well, Elroy gak bisa naek motor. Hahahahaha… Trus pas aku ajak jalan-jalan naek motor, kayaknya dia seneng banget.

Trus dia heran banget sama orang Indonesia yang up to date dengan handphone. Katanya, di Belanda, orang lebih seneng meng up grade komputer ato laptopnya ketimbang beli-beli handphone seri terbaru. Bahkan dia juga kaget pas banyak orang di Indonesia yang punya handphone lebih dari satu. Hmm, aku langsung mikir alasan dibalik rasa keheranan dia itu. Trus dengan sok tau, aku ngejawab : “mungkin orang Indonesia memang punya sifat yang seneng ngobrol, gosip, rumpi, sampe akhirnya, teknologi yang berkembang pun, teknologi komunikasi seperti handphone” (sumpah, ini jawaban paling sok tau deh)

Yang paling puas adalah, ketika Elroy bilang orang Indonesia itu males-males. Kalo keluar lebih seneng naek motor, ato mobil ketimbang jalan. Katanya di Belanda, orang prefer untuk jalan trus naek kendaraan umum. Wew… aku pun sebagai warga Negara yang cukup punya rasa nasionalis gak tinggal diam mendengar pernyataan saudara jauhku itu. Besoknya, aku ajak dia ke rumah temenku yang masih satu kompleks tapi beda 5 blok dari rumahku. Jaraknya sekitar 1 km. Kita berdua berangkat sekitar pukul sepuluh pagi (sarapan dulu donk, daripada pingsan?! Hahaha). Kita pun berjalan dengan semangat 45. Sampe di rumah temenku, Elroy langsung megap-megap. Dan dia bilang : “Oke, aku tau alasan kenapa orang Indonesia males buat jalan kaki kemana-mana.”. Hahahahaha… Ya iyalaah…! Kebayangkan panasnya Indonesia kayak gimana?! *padahal emang kondisinya yang mendukung sih. Secara itu Bali di bulan Juli. Panasnya ya nggak ketulungan lah…* ahahahaha…

Aduh, kalo mau lanjut cerita kisah-kisah konyol aku dan si Elroy bisa panjaaang banget… Lucu-lucu! Hehehe… tapi dia pernah bilang : “some day, you have to go to Netherlands, Ivan! I’ll show you many things” Hmm… menarik. Banyak hal yang pengen aku tahu dan aku liat langsung dari cerita-cerita dia selama ini. Seperti coffee shop disana yang ternyata nggak cuman ngejual kopi semata. Tapi juga ngejual ganja sebagai teman “camilan” sambil minum kopi. Trus, pengen liat gimana kehidupan anak mudanya yang katanya lebih doyan minum bir daripada air putih. (pantes aja perutnya buncit. Katanya, the best bir itu bir bintangnya Indonesia. Hahaha… Really?!)

Terus, yang lucu Elroy tau istilah SMP = Selesai Makan Pulang. Wakakakak… Gak tau deh, dia dapet singkatan itu dari siapa. Tapi hebatnya lagi, dia punya singkatan lain SMP versi BELANDA = SEBELUM MAKAN PULANG! Wakz! Kok bisa? Katanya, budaya di Belanda, orang bertamu itu hanya kalo tuan rumahnya tidak sedang makan malam. Kalo dia bertamu sebelum makan malam, maka batas waktunya adalah ketika keluarga itu hendak makan malam. Kenapa demikian?! Katanya gengsi orang Belanda terlalu tinggi untuk mengajak dan menerima ajakan makan malam bersama teman ato tetangganya. Makanya di Belanda kalo mau bertamu sebaiknya jauh-jauh sebelum makan malam, ato sehabis makan malam sekalian. Karena gak ada istilah ajakan makan pas lagi bertamu. Hehehehe… bener atau enggak, ntar dicek sendiri. Kan itu tadi katanya si Elroy. hehehe

Elroy sendiri sekarang kuliah di perguruan tinggi disana mengambil jurusan ilmu hukum dan konsentrasinya adalah Ilmu hukum Indonesia. Modyaaaar!!! Hahahaha… kok bisa yaa?! Emang ada gitu studi hukum Indonesia di Belanda. Padahal di Indonesia sendiri hukumnya dari Belanda. jadi makin penasaran sama budaya disana. Dan penasaran juga sama pandangan mereka tentang Indonesia. *ntar kalo Elroy dateng lagi, aku mau ngorek-ngorek ah* Dan setelah kunjungannya yang terakhir (dimana aku nyulik dia ke jogja) dia pun pengen belajar tentang komunikasi, media khususnya (jiaah, iphan emang inspiring banget deh. Tsaaah!). Gara-garanya ngeliat aku siaran di radio dulu itu, trus anak-anak kampusku yang banyak ceweknya itu cantik-cantik dan tentu saja gaul-gaul (eh di Belanda ngerti istilah gaul gak ya? Itu perlu di cek). Menurut hasil chat kami di facebook, dia akan mengambil kuliah jurusan media di tahun ajaran baru besok.

Demikian sepenggal kisah tentang saudaraku nun jauh di negeri orange itu. Semoga aku bisa punya kesempatan giliran berkunjung kesana (tentunya gak dateng pas makan malem. Hahahaha) *dipentung*

Keterangan : Foto diatas diambil oleh saya sendiri pada tanggal 07 Juli 2008 di Taman Sari, Yogyakarta

Iphan dan Majalah Hai

Posted in gossip, info, me, nggak jelas with tags , , , , , , , on March 23, 2009 by iphan

Eh masih inget kan postingan ku yang tentang Axis Java Jazz kemaren itu? Disana aku bilang kalo aku di wawancarai sama majalah ibukota. Hey!!! Itu bukan HOAX, sodara-sodara! Dan ini membuktikan bahwa diriku tidak kalah tampan dari Derby Romero, hahahaha… *tertawa artis*

iphan masuk majalah (updated)

iphan masuk majalah (updated)

Kalo nggak percaya silahkan beli majalah Hai edisi terbaru (edisi 23 – 29 maret 2009). Buka halaman13 niscaya kamu akan melihat foto dan nama diriku terpasang dengan jelas di sana. Hohohoho…

*disiram kopi luwak* . Nyiram kok pake kopi luwak?! Mahal tauk!

Majalah Hai ini adalah bacaan wajib ku semasa SMA dulu. Wew, nggak nyangka bahwa suatu hari bisa nampang didalemnya. Hehehe… Maap yak, kalo aku jadi rada ndeso beginih… Abis kapan lagi coba bisa ngeksis di majalah ibu kota. Padahal sejak kuliah, aku nggak pernah beli majalah Hai lagi loh. Tapi, khusus edisi ini, aku langsung beli sebelum kehabisan. Karena menurut ramalan tukang kebun sebelah, Hai edisi minggu ini bakalan sold out nggak sampai tengah minggu. So, buruan beli majalahnya sebelum kehabisan! Ntar nyesel loh! *nge SMS orang-orang sekampung buat beli majalah Hai edisi minggu ini*

Nb : Padahal aku punya draft postingan lain yang siap di publish. Tapi berhubung ini tulisan berstatus Siaga satu, akhirnya didahulukan terbit. Dan, Sepertinya diriku sudah membutuhkan manajer ato sekretaris nih. Ada yang minat? *Langsung menjadwalkan sesi wawancara dan foto-foto untuk majalah berikutnya*

*Update FOTO!*

Katanya fotonya kecil.. ya udah aku kasih yang rada gedean dikit.. hihihi…

Setres dan Ujian

Posted in kuliah, me, nggak jelas with tags , , , , , on March 15, 2009 by iphan

Malem malem mau ngejer Babi hutan

Emang dasar anak kurang kerjaan!

Malem minggu mau kemana phan?

Terkungkung dikamar nih, mau ujian!

*Err… itu udah jadi pantun belom yah?!*

setress..

setress..

Yah… begitulah sodara-sodara. Aku weekend ini ngendon dikamar aja. Soalnya senin tanggal 16 maret dan dua minggu kedepannya aku bakal ujian mid. Hahaha… lalu kenapa phan?!

Ya gak kenapa-napa sih.. cuman lucu aja ngeliat kebiasaanku setiap menjelang ujian. Bertapa! Diem dikamar seharian, gak kemana-mana. Belajar? Errr… gak juga sih. Pokoknya gak pengen keluar rumah ato keluar kamar. Takut ada yang nyulik, trus gak bisa ikut ujian. Kan sereeem!

Bayangpun kalo aku diculik oleh sekawanan algojo berjubah hitam, lalu disekap digudang bawah tanah yang berdebu dan banyak tikusnya. Terus gak dikasih makan, gak dikasih ke toilet, dan akhirnya ketampananku akan memudar dalam waktu 2 minggu. Oh noooo!!! *ditampar kanan kiri*

Okey, sedikit berlebihan sih…

Sebenernya alasan kenapa aku suka mendekam di kamar disaat menjelang ujian adalah : Tingkat ke-setres-an ku sedang tinggi-tingginya. Dan apa yang akan terjadi jika iphan sedang setres? Mukaku bakal kuyu, nggak fresh. Penampilanku gak maksimal. Malu donk kalo terlihat publik. Trus aku jadi suka ngelantur, nggak nyambung, kadang ngomong sendiri. Nggak menutup kemungkinan juga kalo mendadak aku lompat dan menari balet dengan indahnya, trus menyanyi seolah-olah berada diatas panggung spektakuler, kemudian… *diguyur air comberan*

Uhuk…uhuk… baiklah sodara… Daripada aku semakin ngelantur, mending aku mohon doa restunya, semoga ini menjadi semester genap terakhirku dibangku perkuliahan… (Ya uliiiii!!! Ini baru mid phaan! Belum UAS! Gak usah hebooh!)

Okey, pokoknya mohon doa restunya biar aku bisa ujian mid dengan lancar dan damai (Amiiiiinn). Sampe ketemu di facebook dan plurk yaaa…

Nb : Postingan ini ditulis dengan daya upaya dan gaya yang cukup sulit dibayangkan. Jadi mohon maklum jika postingan kali ini terdeteksi tanda-tanda kegilaan dan gangguan kejiwaan stadium C.

Axis Java Jazz 2009 dan Pernik-Perniknya

Posted in jalan-jalan, kopdar, music, Uncategorized with tags , , , , , , , , , , , on March 12, 2009 by iphan
Axis Java Jazz 2009

Axis Java Jazz 2009

Akhirnya pulang juga…

Dari Jakarta, nonton Axis Java Jazz 09. Seru!

Tapi belom apa-apa udah kena apes… *kok bisa phan?!*

Bisa donk…

Ceritanya di mulai saat mau berangkat ke JCC. Aku dan si mamski naek taksi dari Plaza Indonesia (di Plaza Indonesia ketemu orang yang amat sangat tidak penting, bahkan untuk peran figuran sekalipun. Nyesel banget-banget deh… hahaha…).

Lanjut, kita udah feeling gak enak pas nyegat taxi yang bukan biasanya kita pake. Tapi berhubung itu taxi udah berhenti di depan kita persis, tengsin donk kalo gak naek. Ya udah deh, dengan terpaksa kita masuk ke taxi berwarna putih itu. Dan benar aja. Di Jembatan Semanggi itu taksi mendadak MATI. Iya MATI!!! MOGOK! MACET! BERHENTI! NGADAT! Dyeeem!!! Si Taxi berhenti di tengah jalan.

Lalu hamper gak pake mikir aku dan mamski berpikiran hal yang sama. Bukannya kita gak punya jiwa permontiran (emang gak punya sih), akhirnya kita memutuskan untuk keluar, dan pergi meninggalkan taxi itu (argonya ya tetep dibayar doonk!)

Ternyata keluar taxi pun tidak mengurangi penderitaan kita. Jakarta raya saat itu bersuhu hampir 40 derajat celcius (bener ato nggak, pokoknya 40 derajat itu pasti panas kan?!) Dan guess what?! kita jalan kaki aja gitu. Soalnya kalo mau nyegat taxi lagi, kok kayaknya tanggung ya..

Axis Java Jazz 2009 hari kedua…

Masuknya aja pake ngantri kayak beli sembako murah. Tapi itu nunjukin antusiasme masyarakat sama event Jazz terbesar negeri ini gede banget. Kalo diperhatiin, yang dateng acara ini bener-bener segala umur. Dari ABG bau kencur sampe Bapak-ibu yang udah berumur, membaur.

Lalu selaen rame sama orang, di AJJ juga rame sponsor yang bikin boots. Banyaknya boots dari para sponsor itu membuat venue ini terliat dua kali lebih ramai (atau kalo kata kebanyakan orang jadi sumpek). Riweuh.

Pertama sampe di AJJ, aku mampir di boot nya merchandise. Aku kecewa. Kecewa karena desain kaosnya yang terlalu biasa… gak kayak desain 2 taon lalu. huhuhu… tapi tetep di beli juga sit uh kaos (si Dad dirumah minta dibeliin sih! *pentung-pentung patung Mraz. Lho?!*)

Dan selanjutnya di dalem venue, personil jadi nambah. Menjadi : aku, mamski, kak hanny, dimas, chika, dilla, mbak chi-chi, pitra, adit, billy, ichanx, belutz, dan plurker jakarta yang err (maaf banget) aku lupa namanya.. huhuhu…

Trus mulai deh kita nonton konser di stage sana dan stage situ…

Spesialnya?

Yang spesial justru bukan pas nonton konsernya. Wakakakak…

Berhubung hari itu si ratu kopdar, banci kopdar, nenek kopdar, hantu kopdar, (apalagi ya sebutannya buat si tante yang satu ini) si tante chika sedang berulang tahun, maka terjadilah kopdar Ultah Java Jazz di Axis Lounge lantai dua. Trus chika dapet kado modem dari axis (enaaak bangeeet! Aku juga mau ulang taun pas java jazz kalo gituh).

Setelah foto-foto (pastinya donk), entah kenapa kok ada wartawan yang wawancara aku (ehm mas, err.. aku bukan artisnya kok, mas, mbak… Emang si tampangku udah oke dan pas banget buat jadi artis… Tapi bener, aku bukan derby romero apalagi Jason Mraz… *ditonjok*). Gak kok, tepatnya wartawan dari majalah-majalah terkenal itu mau wawancara orang-orang yang emang ganteng kayak aku ini… *ditabok*. Maksudku mau wawancara orang yang menang kuis AJJ (Lha, aku kan gak menang?! Kenapa di wawancara? Pasti ini karena aku ganteng!! Pasti!! *mendirikan benteng baja*)

Terus-terus… ternyata si GSM yang baik ini beneran baik juga loh. Buktinya aku dikasi perdana baru plus modem nya. Padahal aku kan cuman ngegandeng mbak-mbak SPG Axis itu keliling Axis Lounge, trus cuman nyuapin mereka sama kue ultah nya chika. ;)). Emang Axis baik yah?! Wakakakak… ressss…..

Aku mau review konsernya kok males ya… yah yang namanya konser ya begitu deh… bedanya ini musisi nya banyak, stagenya banyak. Begituh…


Tapi beberapa perform yang aku inget :

Ecoutez : Album yang kedua belum senendang album pertama. Jadi pas itu band maenin lagu-lagu album kedua, orang-orang kurang antusias.

RAN : Hahaha… ini banyak banget Fans nya..!! Semakin hari, aksi panggungnya semakin keren. Layak diacungin jempol. dan di Java Jazz kemaren RAN ini nyanyiin beberapa lagu baru untuk di album ke dua mereka. Bonus buat penonton yang setia menonton sampe akhir (soalnya penonton pada kabur ke stagenya Glenn Fredly di pertengahan konser)

Sensual : Band asal belanda ini, maen di akhir-akhir acara. Aseli ini band keren. Kayak dengerin CD. vokalnya hampir perfect *ini ngedengerinnya udah sambil ngantuk-ngantuk loh* hehehe…

yang lainnya lupa…


Beberapa catatan dari Java Jazz yang bisa aku kasih 😀 :

tempatnya kekecilaan untuk penonton segambreng itu. Jalan aja sampe susah. Trus bingung mau ngapain-ngapain…

desain kaosnya ituh… (udah dibiliangin tadi ya)

kalo masalah artis dan yang laennya mah udah keren.. 😀

begitu sedikit cerita dariku di AJJ… Dan Nantikan cerita lainnya tentang iphan hanya di halaman blog kesayangan anda! *halah*

Top Ten Tips Nonton Java Jazz 2009

Posted in music, nggak jelas with tags , , , , , , , on February 27, 2009 by iphan

Axis Java Jazz 2009

Axis Java Jazz 2009

Eh sodara-sodara… berhubung aku suka Jazz, dan aku pernah nonton Java Jazz di tahun 2007 dan berhubung aku pengen nonton lagi Java Jazz tahun 2009 ini, dan berhubung ada kuis dari Axis yang mau ngasih tiket Jason Mraz buat yang beruntung ituh… dan berhubung… (arghh!!! Banyak mengulang kata ‘dan berhubung’, ayo iphan kamu nyanyi!!!)

Ehm baiklah, aku pengen mosting top ten tips nonton di Java Jazz! *based experience nih*. Dulu aku nontonnya lumayan payah. Jadi, biar gak keulang lagi, mau sedikit bagi-bagi tips dari si ganteng inih… *sodorin ember*

Disimak baik-baik yaaah… *ambil mic*

  • Dress up

    Iyah! Wajib! Disana banyak orang-orang yang juga pada dress up. Masa iya kamu kayak abis kerja rodi begitu kesana. Mana ada yang ngeliriiiik?! *ditampar*. Lebih seru lagi, dandanan kita ituh Jazzy style. Hihihihi… Lumayan nggaya dikit berpenampilan ‘ala musisi jazz’. Sapa tau, kita gak kalah keren sama musisi jazz beneran. Lagian gak ada ruginya kale kalo sedikit dress up, kan bisa sekalian ngeceng sama yang kece-kece disana gituh (wakakakak… kece, bahasa jaman kapan yahhh. Jadul gila nih iphan)

    • Map and Rundown!

      Boo’! di sana itu gedungnya segede gaban. Lalu stagenya banyak. Dan juga artisnya segambreng. Belum lagi yang dateng bejibun. Mending sebelum dateng kesana, kita liat dulu peta event nya (berasa dora gak sih?!). Trus afalin stage nya. Dan liat jam maen musisinya. Utamakan untuk musisi yang pengen kita liat. Karena pasti ada perform musisi yang barengan. Kalo udah gini, pusing kan milih yang mana dan harus kemana. Dan berharap pengen membelah diri, karena gak mau rugi gara-gara gak nonton salah satu perform. Trus akhirnya bolak-balik, dari stage A ke B gentian (dulu aku begitu loh… antara kahitna dan elfa’s singer. Dua lagu pindah ruangan, dua lagu pindah ruangan. Begitu seterusnya, sampe mereka selesai perform. Bego banget deh. Kayak setrikaan). Trus pas pindah stage dari kahitna ke Elfa’s singer, sempet lupa dimana stagenya si Elfa’s singer ituh. Dudul!! Gak lucu kan, kita gak jadi nonton karena tersesat di venue. (pengalaman pribadi nih… wakakakak… Gak cuman pas nonton kahitna dan elfa’s singer aja, aku juga kehilangan kesempatan nonton glenn di bagian awal, karena nyasar entah ke stage mana)

        • Bag and Stuff

          Kalo bisa bawa tas! Yang nyamannya kamu aja. Dan isi tas kamu dengan hal-hal penting. Misalnya parfum, bedak, foundation, lipstick, (ganjeen! Sekalian aja alat catok, phan!), trus juga makanan!!! Berhubung disana bakal seharian, daripada kamu keganggu sama adegan laper, mending kamu bawa camilan. Selain itu, mineral water juga kudu kamu siapin. Kalo bisa bawa 2 ato 3 botol sekalian. (ini mau nonton konser atau tamasya yaah?!) Eh tapi beneran loh, Biar gak dehidrasi. Mau lebih afdol lagi, bawa minuman isotonic :D. Lalu, untuk jaga-jaga bawa P3K juga. ahahahaha lebayyy seeh… Tapi ini kejadian loh sama aku. Di dalem stage, tiba-tiba badanku ngedrop. Pusing, dan sedikit demam (kelamaan berdiri). Akhirnya aku minum 2 botol minuman isotonik, dan obat. Sejam kemudian langsung sembuh. Dan siap tempur. Yaaaayyyy….!

            • Camera and Other Gadget

              Ini mah wajiiiib! Kosongin memory card kamera kamu. Isi full baterenya. Kalo bisa bawa batere cadangan buat jaga-jaga. Yang bawa handycam, kalo mau bawa tripod juga gak papa. Asal tripodnya jangan yang segede gambreng. Berat juga kali bawanya. Mobile kamu bakal jadi terbatas. Henpon pun kudu di charge penuh, dan berpulsa tentunya. Karena, kalo terpisah masih bisa contact-contact an. *dulu aku sempet sangat berharap, di JJF ada layanan panggilan informasi kayak di mall, pas temenku ilang entah kemana*

                • Friends and the Gank

                  Nontonnya jangan sendirian domz ah… basi banget. Ajak temen-temen ato genk (ato pacar kalo punya). Biar seru, kalian semua ber dress code. Kalo mau gokil jangan separo separo. Tapi ntar Menarik perhatian, phan? It’s ok. Coz, it’s show time! 😀 (Jangan lupa semua momen difoto. Selesai nonton, tag temen-temen di FB. Bakal rame tuh. Kalo kamu nonton sendiri, masa cuman ngetag diri sendiri… huhuhuhu gak lucuuuu)

                    • Music and Lyrics

                      Hei…! ini konser loooh… adegan yang paling seru adalah bisa nyanyi bareng sama musisi dan penonton lainnya. Jangan sampe deh kamu diem gitu aja karena gak ngerti lirik. Basiiiii…..! kalo perlu catet liriknya di henpon kamuuuu, biar bisa dibuka-buka kalo lupa 😀

                        • Money and Money

                          Perlu bangeet kalo kamu mau marchendise Java Jazz. Setauku marchendise nya sangat dicari loooh…*ngiler sama kaosnya* jadi siapin budget buat punya marchendise java jazz yang lucuuu ituuuuh :D. Dan jangan lupa perhatiin size nya! Dulu aku beli ukuran M, dan guess what, aku di kasi M sih, tapi M cewek. Rasanya pengen mentung-mentung yang ngasih. Akhirnya, kaosnya itu kuhibahkan ke adik. Wooogh…

                            • Internet and Share it

                              Sekali-sekali boleh donk berbagi kebahagiaan sama temen-temen yang gak sempet nonton Java Jazz. Kamu bisa langsung share beberapa foto-foto konser di facebook. Trus update status kamu setiap nonton konsernya siapa. Biar gak mengganggu acara nonton, reportnya pas selesai konser aja. Jangan lupa yang punya plurk, kasi perkembangan terbaru dari java jazz. Trus liat-liat juga ada yang unik gak yang bisa di share di plurk (misalnya : egilaaa, orang disebelah gue ini kalo nyanyi, liurnya suka muncrat kemana-mana) ehehehe… lumayan, melampiaskan emosi dengan menulis… 😀

                                • Spidolz and CD

                                  Kalo kamu dateng dari desa kayak aye ini yeee… yang jarang liat artis di depan mata, spidol ato bolpen plus CD penting banget. Buat ngedapetin tanda tangan musisi favorit kita. kapan lagi coba. Menurut pengalaman, banyak sekali artis yang juga dateng untuk nonton Java Jazz Festifal ini lohh… Jadi ketika kamu pulang dari JJF, kamu pulang tidak dengan tangan kosong… *melambai lambaikan sapu tangan yang udah ditanda tanganin sama maliq & d’essential*

                                    • Exis and Axis

                                      Berhubung ini sponsor utamanya adalah Axis, jangan lupa, bawa kartu Axis kamu. Siapa tau didalem ada geratisan-geratisan dari Axis yang bisa kamu bawa pulang. Siapa tau juga, kalo pake Axis, marchendise JJF juga diskon 50% kayak harga tiketnya. Siapa tau… Jadi pas ngexis di Java Jazz tahun ini, jangan lupa pake kartu Axis mu. Axis, baik yah… * Aku udah bisa jadi bintang iklan Axis selanjutnya belom niiih?!* hehehehe….. kalo butuh talent, boleh loh hubungin aku di nomer ini… *plak* (malah promosi)

                                      Begono sodara… *berdoa dengan khusyuk biar dapet tiket JJF plus Jason Mraz dari Axis ituh*

                                      Eh eh eh. Tapi kalo aku ndak dapet tiket geratis dari Axis, yah mbok ada yang baik hati gitu, ngajak aku ke JJF. Trus dibayarin tiketnya juga… *ngareep* *ditendang ke Zimbabwe*

                                      Hihihhihi… Semoga top ten ku diatas bermanfaat buat siapa aja deh yang dateng ke JJF.

                                      *memberikan tatapan andalan Sponge Bob yang besar dan berkaca-kaca ke panitia dan dewan juri nto*

                                      Baik dan Buruk

                                      Posted in me, nggak jelas, Uncategorized on February 4, 2009 by iphan

                                      Disclaimer!!! Full curhat! Postingan sampah! Yang ndak suka, boleh loh langsung disekip.

                                      Ketika baik dan buruk begitu abstrak… Ketika yang baik adalah buruk dan yang buruk adalah baik. Apakah berarti kita harus melakukan hal yang buruk untuk tetap terlihat baik?

                                      Rumit yah, tapi kira-kira itu yang aku dapati dalam beberapa hari ini. Melihat seseorang melakukan hal buruk kepadaku yang dianggapnya baik. Dan dia tetep beralasan itu demi kebaikanku.

                                      Aku bingung…

                                      Aku bingung ketika harus membencinya adalah sebuah kebaikan untuk aku sekarang. Padahal dia adalah seorang teman baik.

                                      Tapi ini dunia nyata. Dan inilah adanya. Baik dan buruk tidak sejelas seperti film kartun di tivi atau di dongeng-dongeng anak kecil. Dimana anak baik akan terus menjadi baik. Dan nenek sihir akan selamanya menjadi jahat…

                                      Terima kasih teman… Kamu sungguh baik sekali melakukan sesuatu demi kebaikanku, menurutmu. Tapi sekali lagi baik menurutmu belum tentu baik menurutku… Baik dan buruk itu subyektif, bukan? Dan maaf, aku tidak bisa menerima kebaikanmu.

                                      *sigh*

                                      *merobek kertas yang sudah penuh berisi tulisan itu. Lembar putih telah menanti dan siap di isi.*