Archive for lebay

Ketika Cinta Bertasbih dan Ke-lebay-annya

Posted in film, info, nggak jelas with tags , , , , , on June 29, 2009 by iphan

KCB

KCB

Lagi demen ke bioskop karena banyak film bagus? Atau lagi pengen nonton film cuman bingung nonton apa? Kalo lagi pengen nonton film Indonesia, saranku tontonlah film selain Ketika Cinta Bertasbih! Kenapa phan?! Begini loh sodara-sodara *menghasut mode on*

Film KCB banyak bikin orang penasaran. Seperti mendompleng kesuksesan Film Ayat-Ayat Cinta, pantes aja kalo animo masyarakat lumayan gede untuk menonton KCB yang punya tipe sejenis. Belom lagi di posternya ada stempel yang bertuliskan: Dijamin Mesir Asli! (so what?!) Trus promosinya yang spektakuler menyebutkan : akan mengguncang 8 negara. Sedikit banyak pikiran kita pasti bakal beranggapan film ini akan berkali lipat lebih bagus. Hasilnya phan?

Kalo pinter sih, dari promosi dan posternya sudah ketauan bahwa film ini bakal lebay sekali. Tapi sumpah loh, aku gak nyangka kalau ke lebay an film ini akan merata hampir di seluruh durasi film.

Let see, kita bahas mulai dari jalan ceritanya. Mungkin karena gak mau diprotes oleh penggemar novel KCB, jalan ceritanya bisa dibilang ‘plek’ isi buku. Dari lompat-lompatnya, sampai dialognya masih memakai bahasa novel bukan bahasa film.

Lalu dari segi pemain dan aktingnya. Masih kaku. Hell yeah, banyak yang bilang “maklum itu pemain baru, wajar kalo masih canggung”. Hell.o!!! penonton mana mau peduli pemain filmnya itu baru casting kemaren sore. Yang penonton mau, para aktor tampil memuaskan di layar. Tapi nyatanya, akting mereka sekelas sinetron. Kaku banget! Aktor dan aktris senior seperti Didi Petet dan Deddy Mizwar belom cukup menutupi kekacauan akting para pemain tersebut.

Trus lebay nya dimana phan? Yeaaah! Lebaynya ada di bahasa yang diucapkan para pemainnya yang terlalu puitis. Lalu akting pemainnya yang sering over. Dan pengambilan shot-shot nggak penting yang menjadikan film ini seperti Tersanjung versi layar lebar.

Contoh konkritnya adalah adegan Zam eh Azzam yang baru turun di bandara bersama Eliana. Adik Azzam melihat kakakknya bersama artis dan diinterview oleh sejumlah wartawan infotaiment. Azzam melihat adiknya. Adiknya entah kenapa menangis-nangis nggak jelas melihat kakaknya. Lalu terjadilah shot ala Tersanjung itu. Gambar adik dan Azzam muncul bergantian. Mending cuman sebentar, ini ada kali sepuluh detik lebih, bolak-balik memperlihatkan wajah Azzam yang bingung di wawancara dengan wajah adik yang nangis bombay nggak ngerti kenapa. Lalu, yang terjadi adalah ada tulisan ” to be continued” di sudut kiri bawah layar. Pengen di jambak gak tuh?!

Itu satu dari sekian puluh adegan lebay yang ada di KCB. Sungguh seperti melihat sinetron… Mending sinetron, nontonnya geratis, lah ini bayar cing.

Dari tadi kamu ngomongin yang jelek-jelek sih phan, emang gak ada bagusnya ya? Ehm, gimana ya, masalahnya kita sudah di persiapkan untuk menonton film yang spektakuler. Eh, ternyata yang didapat Cuma begitu saja… *memasang nada kecewa yang mendalam*

Over all dari sepuluh bintang film ini layak mendapat empat. Budget produksi dengan hasil produksinya tidak berbanding lurus…

Begitu kira-kira review saya yang sangat subyektif ini. Mohon maaf jika ada yang tidak sesuai. Dan kepada om hermansaksono, terima kasih atas traktirannya. Semoga tidak menyesal. 😀

Advertisements